Jumat, 09 November 2012

Reaksi Oksidatif Senyawa Hidrokarbon

Pada hidrokarbon terjadi reaksi pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna. Pada reaksi pembakaran sempurna akan menghasilkan karbondioksida dan air. Sedangkan pada reaksi pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan karbon monoksida dan air. Adapun hal yang menyebabkan terjadinya pembakaran sempurna dan tidak sempurna tersebut adalah adanya perbedaan konsentrasi (kadar) senyawa hidrokarbon dengan konsentrasi (kadar) oksigen.
1. Oksidasi Alkana
     a.  Pembakaran Sempurna
Alkana akan lebih mudah dioksidasi oleh oksigen akan tetapi semakin bertambahnya jumlah atom karbon ini akan mengakibatkan semakin sulit terjadinya reaksi. Adapun umus umum pembakaran adalah:

                                     CnH2n+2 + (1.5n+0.5)O2 → (n+1)H2O + nCO2
                   CH4   +   2O2      CO2 +  2H2O

Alkana akan mengalami pembakaran dengan oksigen berlebih dan akan menghasilkan sejumlah kalor atau disebut juga sebagai reaksi eksoterm.

   b. Pembakaran Tidak Sempurna
Reaksi pembakaran tidak sempurna akan terjadi karena jumlah oksigen yang tidak mencukupi. Pada reaksi pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan karbon monoksida dan air. Rumus umum pembakaran adalah : 
                                   CnH(2n+2) + nO2 → (n+1)H2O + nCO
                CH4 + 1.5O2 → CO + 2H2O
2. Oksidasi Alkena
     Pada alkena, reaksi pembakaran juga dapat terjadi secara sempurna dan tidak sempurna. Sama halnya dengan proses pembakaran sempurna pada alkana akan menghasilkan karbondioksida dan air. sedangkan pada proses pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan keton dan asam karboksilat.
Pembakaran sempurna alkena adalah :



Pembakaran tidak sempurna adalah :
 

3. Oksidasi Alkuna
     Pada pembakaran alkuna terjadi reaksi pembakaran dengan oksigen berlebih sehingga akan menghasilkan karbondioksida dan air.
 

REAKSI ASAM DAN BASA PADA SENYAWA ORGANIK

Amonia Sebagai Basa Lemah 
Basa dapat didefinisikan sebagai substansi bergabung dengan ion hidrogen. Kita dapat melihat bagaimana basa mengambil ion hidrogen dari molekul air saat larut dalam air.





sebuah ion amonium dibentuk dengan ion hidroksida. karena amonia yang merupakan basa lemah, maka ion tidak lama dan akan kembali lagi ke keadaan semula. dan kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri.
karena adanya pasangan elektron bebas yang aktif dari nitrogen, maka amonia akan bereaksi sebagai basa. nitrogen lebih elektronegatif dari hidrogen sehingga akan menarik ikatan elektron pada molekul amonia kearahnya. atau dengan kata lain dengan adanya pasangan bebas terjadi muatan negatif di sekitar atom nitrogen. kombinasi dari negatifitas ekstra tersebut dan daya tarik pasangan bebas, menarik hidrogen dari air. 





Membandingkan kekuatan dari basa lemah
Kekuatan dari basa lemah dapat diukur dengan skala pKb. semakin kecil nilai dari pKb maka semakin kuat sebuah basa.  contohnya :
 
dari ketiga contoh diatas dapat dilihat bahwa metilamin merupakan basa yang paling kuat dan penilamin yang paling lemah. metilamin merupakan tipikal dari amin alipatik primer. dimana NH2 dapat terikat pada rantai karbon. semua Amin primer alipatik merupakan basa yang lebih kuat dari amonia.







Amin primer alipatik merupakan basa yang kuat dari amonia
Metilamin


Perbedaannya dengan amonia hanyalah adanya CH3 pada metil amin. golongan alkil memiliki kecendrungan untuk mendorong elektron menjauh dari mereka. ini berarti akan adanya sejumlah muatan negatif tambahan disekitar atom nitrogen. muatan negatif tambahan disekitar atom nitrogen. muatan negatif tambahan tersebut membuat pasangan bebas lebih menarik atom hidrogen.
semakin negatif nitrogen semakin mudah terikatnya ion hidrogen. 
perbandingan ion metilamonium dengan ion amonium.
Pada ion metilamonium, muatan positif tersebar disekitar ion dari efek “dorongan elektron” metil. Semakin anda menyebar muatan tersebut, semakin stabil sebuah ion. Namun pada ion amonium tidak ada cara untuk menyebarkan ion positif.


Permasalahan :
menurut artikel yang saya baca, golongan alkil memiliki kecendrungan untuk mendorong elektron menjauh. yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana jika dalam senyawa direaksikan dengan golongan alkil berlebih ? apakah dapat menyebabkan suatu senyawa tersebut menjadi kekurangan elektron dan menjadi tidak stabil ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar